Dor ! Satreskrim Polres Jakpus Tembak Anggota Paspampres Gadungan

Ilustrasi

JAKARTA – Anggota Paspampres gadungan berinisial KN yang menipu korban bernama Arifin (28), ditangkap Satuan Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat.

Tidak hanya KN, Polisi pun menangkap AS, TS dan OY.

Bacaan Lainnya

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Burhanudin membeberkan, kasus tersebut, berawal pada 4 Januari 2021, sekira pukul 13.00 WIB, di Jalan Tanah Abang II, Kelurahan Petojo Selatan, Kecamatan Gambir, pelaku berinisial KN dan korban berkenalan melalui situs media sosial.

“Tersangka KN menjanjikan korban mendapatkan pekerjaan. Di samping itu, korban juga berniat menjual sepeda motornya,” beber AKBP Burhan, Rabu (03/02/2021).

Karena berniat menjual motor, lanjut Burhanuddin, pelaku akhirnya tertarik untuk membeli sepeda motor tersebut. Saat bertemu, pelaku mengenakan celana, kaos, yang mirip dengam TNI.

“Sebelum transaksi, motornya diuji coba dulu oleh pelaku. Saat uji coba pelaku melarikan diri dengan kecepatan tinggi. Atas dasar tersebut, korban merasa ditipu,” lanjutnya.

Atas kejadian yang menimpanya, korban pun membuat laporan ke Polsek Metro Gambir pada 5 Januari 2021. Tiga hari setelah kejadian Satuan Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat mencari pelaku.

“Pelaku dapat diamankan, pertama inisialnya KN. Dia yang membawa lari motornya. Pelaku diamankan di Kabupaten Cilengsi, Bogor Jawa Barat,” tutur dia.

Begitu hendak diamankan, pelaku berusaha menyerang petugas sampai akhirnya diberikan tindakan tegas dan terukur.

Lalu, kata Burhanudin, pihaknya menangkap pria berinisial AS, yang merupakan perantara setelah motor didapatkan pelaku, dia menjualnya lagi kepada orang yang ingin membeli.

Pembelinya adalah TS, senilai Rp7 juta. Dari TS, sepeda motor itupun dijual lagi kepada OY, sehingga empat pelaku diamankan.

Saat dikonfirmasi kepada Pomdam Jaya, ternyata yang bersangkutan bukan seorang anggota TNI.

Dari tangan pelaku, petugas menyita dua motor hasil kejahatan, pakaian loreng TNI AD, surat-surat kelengkapan berkendara dan sepucuk pistol airsoft gun.

“Pelaku juga merupakan residivis sudah berulang kali dan pernah dihukum dengan kasus yang sama,” tukasnya.

Akibat perbuatannya, pelaku dikenakan pasal 378 tentang penipuan dengan ancaman maksimal 4 tahun penjara. (Ind)

Loading...

Tinggalkan Balasan