Dugaan Adanya Pungli, Kepala Dindikbud Kota Serang akan Panggil Pihak SMPN Satap

Jakarta – Terkait adanya dugaan pungli di SMPN Satap, Curug, Kota Serang, Banten, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang, Wasis Dewanto berencana akan memanggil pihak SMPN Satap untuk diklarifikasi.

“Nanti kita panggil (untuk) klarifikasi yang bersangkutan,” ujar Wasis, Kamis (29/4).

Sebelumnya, diberitakan dii Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) Satu Atap (Satap) Curug, Kota Serang, Banten diduga ada pungutan liar (pungli) kepada siswa.

Informasi yang dihimpun indonesianpost.co.id, dugaan pungli tersebut berupa pembayaran untuk membayar lembar soal ulangan, menebus ijazah dan untuk foto siswa.

Hal tersebut diketahui dari salah seorang wali murid yang enggan menyebutkan namanya mengeluhkan besarnya pungutan tersebut.

“Kata guru anak saya, disuruh bayar Rp150 ribu untuk pengambilan lembar soal. Dan yang belum bayar tidak bisa ambil lembar soal,” ujar wali murid tersebut.

Namun, saat dimintai keterangan lewat pesan singkat, Muhammad Mukti Mulyana, Kepala SMPN Satap Curug enggan menjawab.

“Dengan tidak mengurangi rasa hormat, lebih baik konfirmasi saja ke sekolah,” ujarnya saat ditanya indonesianpost, Kamis (29/4).

Mukti juga merespon jika menjawab lewat pesan singkat merasa khawatir gagal fokus.

“Mohon maaf khawatir gagal fokus,” lanjut Mukti.

Terkait adanya pungutan liar, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang, Wasis Dewanto mengatakan tidak boleh ada pungutan liar di sekolah.

“Tidak boleh (ada pungutan liar-red),” ujar Wasis melalui pesan singkat, Kamis (29/4).

Wasis juga menjelaskan jika foto siswa dilakukan secara mandiri oleh orang tua siswa.

“Kalau foto (dilakukan) mandiri,” lanjut Wasis menjelaskan.

Dengan adanya dugaan pungutan tersebut, diharapkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang lebih proaktif dalam mengawasi sekolah.(mw/hrm)

Loading...

Tinggalkan Balasan