Ini Alasan Kasus Asusila di Halte Senen Dihentikan

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat

JAKARTA – Kasus dugaan tindakan asusila di Halte SMKN 34 Senen Jakarta Pusat, dihentikan, karena sang pelaku, MA (22) ternyata mengalami gangguan mental.

“MA tidak bisa mempertanggung jawabkan (karena gangguan mental) secara hukum, ya tidak diproses lebih lanjut,” Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Burhanuddin, Rabu (03/02/2021).

Bacaan Lainnya

Dalam pemeriksaan kesehatan, didapatkan fakta mengejutkan bahwa MA rupanya tengah hamil.

“Yang bersangkutan juga sedang hamil sekitar 35 minggu,” ujar Burhanuddin.

Saat ini Polres Metro Jakarta Pusat masih berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan lebih lanjut yang terbaik bagi MA.

Meski kasus MA dihentikan, namun Burhanuddin mengatakan masih akan melakukan pengejaran terhadap pelaku pria yang terlibat dalam tindakan asusila bersama MA.

“Kita terus dalami,” ujar Burhanuddin.

Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Pusat bersama Polsek Senen mengamankan satu pelaku yang diduga terlibat tindak asusila di Halte bus SMKN 34, pemudi berusia 21 tahun berinisial MA.

Terduga tersangka sering duduk di sekitar situ (Halte SMKN 34). Lalu cowoknya, sering lewat di sekitarnya dan diajak lakukan perbuatan asusila.

Informasi kasus itu berawal dari video viral di media sosial dan diperkirakan terjadi pada Kamis malam (21/1).

Polsek Senen pun segera melaporkan ke Polres Metro Jakarta Pusat dan melacak ciri-ciri dari kedua pelaku kepada masyarakat sekitar di Jalan Kramat Raya.

MA pun akhirnya diamankan saat kembali ditemui beredar di sekitar Halte SMKN 34 dan berakhir menjalani pemeriksaan kejiwaan di Rumah Sakit Polri Kramat Jati. (Ind)

Loading...

Tinggalkan Balasan