Jadi Ancaman Nyata bagi Negara, MK Tolak Gugatan Hukuman Mati

Jakarta – Terpidana mati kasus narkotika yang mengajukan uji materi Pasal 132 Ayat (1) Undang-Undang Nonor 35 Tahun 2009 (UU Narkotika) ditolak Mahkamah Konstitusi (MK).

Diantara alasan MK menolak uji materi tersebut bahwa tindak pidana narkotika sangat berbahaya bagi kehidupan masyatakat.

Dalam sidang pembacaan putusan di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Rabu, hakim konstitusi Arief Hidayat mengatakan, tindak pidana narkotika telah menjadi kejahatan transnasional dengan modus operandi tinggi dan teknologi canggih.

“Kejahatan ini telah berkembang menjadi kejahatan terorganisasi yang mengakar kuat dalam masyarakat. Karena itu, dalam konteks Indonesia, tidak terdapat keraguan sama sekali untuk menyatakan bahwa kejahatan narkotika merupakan ancaman nyata terhadap upaya negara untuk mewujudkan cita-cita nasional,” tutur Arief Hidayat.

Apalagi Indonesia telah menjadi negara pihak dalam Konvensi Narkotika dan Psikotropika melalui Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1997 tentang Pengesahan Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Pemberantasan Peredaran Gelap Narkotika dan Psikotropika, 1988.(mw)

Loading...

Tinggalkan Balasan