Jual Tramadol dan Eximer, Toko Kosmetik di Tangerang Digrebek

ilustrasi

TANGERANG – Sebuah toko kosmetik di Kampung Bugel, Desa Pangadegan, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang digrebek jajaran Polresta Tangerang Polda Banten, Minggu (28/2/2021).

Penggerebekan dilakukan lantaran toko kosmetik hanya sebagai kedok penjual untuk menjajakkan dagangan berupa obat keras daftar G tanpa izin edar.

Bacaan Lainnya

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro membenarkan penggerebekan tersebut. Ia menjelaskan, pihaknya memperoleh informasi dari masyarakat yang resah karena sering melihat remaja pria bolak-balik ke toko untuk membeli tramadaol dan eximer. Sehingga warga yang mulai curiga kemudian melaporkannya ke polisi.

“Saat didatangi petugas sekira pukul 22.30 WIB, ternyata benar toko itu sering mengedarkan obat-obatan keras daftar G jenis tramadol dan eximer,” ujarnya, Senin (1/3/2021).

Wahyu menuturkan, ditemukan 350 butir tramadol dan 1.775 butir pil obat jenis eximer saat dilakukan penggeledahan.

Polisi juga mendapati tersangka seorang pria berinisial RS (25) dan membawanya berikut barang bukti untuk kepentingan penyelidikan.

“Saat digerebek tersangka tidak memberikan perlawanan. Yang bersangkutan juga mengakui perbuatannya,” ungkapnya.

Kepada polisi, RS mengaku obat-obatan terlarang itu dijual seharga Rp1.250 rupiah per butir. Padahal, pelaku hanya membelinya dengan harga Rp650 rupiah.

“Penjualan obat-obatan terlarang itu selalu mengambil untung hingga lebih dari 100 persen. Pelaku ini juga menyasar para remaja-remaja untuk membeli obatnya,” ucapnya.

Wahyu menyebut, pihaknya masih akan terus mendalami terkait penjualan obat-obatan terlarang oleh tersangka RS.

“Dari pengakuannya sudah tiga tahun menjual obat-obatan terlarang. Kita masih terus mendalami keterangannya termasuk yang bersangkutan membelinya dimana,” tandasnya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 196 juncto Pasal 197 Undang-Undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Wahyu mengingatkan masyarakat untuk tidak mengedarkan dan/atau membeli obat keras daftar G tanpa izin edar.

Bila tetap ngeyel dilakukan, dia memastikan tidak segan mengambil tindakan tegas lewat proses hukum.

“Dan bila mengetahui informasi, silakan laporkan ke kami,” terangnya. (Herman)

Loading...

Tinggalkan Balasan