Ketum SKT Forpetab Pertanyakan Kinerja Dinas CKTRP Tambora

Jakarta – Pengawasan terhadap bangunan yang ada di wilayah Kecamatan Tambora oleh Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan (Citata) Kecamatan Tambora, terus mendapati sorotan dari sejumlah Ormas, salah satunya datang dari Ormas SKT FORPETAB.

Ketua Umum SKT FORPETAB Peri Ryan menilai pengawasan Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan Kecamatan Tambora, Jakarta Barat terlampau lemah.

“Hampir dari setiap kelurahan di kecamatan Tambora masih saja ditemukan adanya pelanggaran, seperti halnya perizinan IMB,” ujarnya saat ditemui, Minggu (28/3/2021).

Peri juga menjelaskan, dirinya bersama tim Investigasi kerap kali menemukan adanya bangunan yang tak berizin, bahkan ada beberapa bos pemilik bangunan menyampaikan jika mereka sudah berkoordinasi dengan oknum Dinas CKTRP Tambora.

“Yang saya tau, untuk hal koordinasi sepertinya tidak sedikit uang yang mereka keluarkan, apalagi dalam pengkondisian agar bangunan yang dimilikinya tetap aman dibangun,” bebernya.

Tidak hanya itu, lanjut Peri, bahkan ada juga mandor-mandor yang merasa bangunannya ada titik pelanggaran pasti memberikan uang pelicin atau uang koordinasi.

“Nyatanya, ketika ada oknum petugas CKTRP datang, hanya sekedar melihat dan urusan mereka tidak tau, mereka berpikir yang terpenting pembangunan yang mereka kerjakan lancar,” sesalnya.

Peri juga memberikan beberapa contoh, sebut saja bangunan A dilaporkan oleh masyarakat melalui aplikasi JAKI, nyatanya di Aplikasi tersebut menyampaikan jika laporan sudah selesai.

“Tapi selesainya disini kok tidak ada segel atau tindakan sama sekali, sementara pengerjaan masih terus berjalan, ada apa ini?,” ungkapnya geram.

“Bahkan ada juga beberapa bangunan yang disegel, tetapi pekerjaan bangunan masih terus berjalan, sampai selesai dan tidak ada sanksi yang signifikan seperti Rekomtek,” pungkasnya. (mw)

Loading...

Tinggalkan Balasan