Kualitas dan Kuantitas Bahan Material Bantuan RTLH di Kabupaten Serang Diduga Ada yang Tidak Sesuai

Serang – Terkait penyaluran bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kabupaten Serang diduga diduga ada yang tidak sesuai.

Pantauan di lapangan, bahan material yang diterima warga, seperti di Desa Wirana, Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang diduga tidak sesuai standar. Terlebih lagi jumlah bahan bangunan pun diduga kurang dari yang telah ditetapkan dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Ketidaktahuan warga dengan kualitas bahan material dan jumlah bahan pun menjadi persoalan. Pasalnya, tanpa komplain warga, pihak pendamping tidak bisa berbuat apa-apa. Hal tersebut diungkapkan Muhdi, salah seorang pendamping dalam program bantuan tersebut.

“Saya tidak bisa berbuat apa-apa jika warga tidak komplain,” ujar Muhdi pada sambungan telepon, Selasa (14/9/2021).

Muhdi pun mengungkapkan jika dirinya sudah mengingatkan pihak material untuk mengirim bahan material sesuai standar dan jumlah sesuai yang telah ditentukan.

“Saya pun sudah mengingatkan toko bangunan agar mengirim bahan material sesuai kebutuhan dan sesuai standar,” lanjut Muhdi menjelaskan.

Padahal, jika dihitung harga dan kualitas barang, jelas berbeda. Jika kualitas barang tidak sesuai standar, sudah pasti harga lebih murah.

Terkait adanya dugaan kekurangan bahan material yang dikirim toko bangunan, Munawar, salah seorang pemilik toko bangunan yang menyalurkan bahan material tersebut akan mengganti dan memenuhi kekurangannya.

“Kalau tidak sesuai, tidak cukup, saya siap menggantinya. Saya siap menyelesaikan segala kekurangan bahan material,” ungkap Munawar.

Sedangkan Rahmat sebagai Tenaga Ahli (TA) dalam program bantuan tersebut sampai saat ini enggan memberikan jawaban saat ditanya soal kualitas dan kuantitas bahan bangunan.

Salah seorang warga penerima bantuan menuturkan jika dirinya hanya bisa mengucapkan terima kasih. Meski kualitas dan kuantitas bahan material tidak sesuai.

“Saya gak ngerti berapa jumlahnya dan kualitas bahannya. Saya cuma tahunya dapat bantuan. Saya ucapkan terima kasih kepada pemerintah,” ujar salah seorang warga yang tidak mau disebutkan namanya.

Namun, saat ditanya ke salah seorang tukang yang mengerjakan bangunan dari program RTLH mengungkapkan jika bahan material memang ada yang tidak sesuai.

“Sudah biasa kang saya menemukan bahan material yang tidak sesuai,” ujar salah seorang tukang.(HR)

Loading...

Tinggalkan Balasan