Nangis Dengar Adzan, Pelaku Pelecehan di Jakarta Utara Jadi Mualaf

Istimewa

JAKARTA- Seorang pemimpin perusahaan permodalan di kawasan Ancol Jakarta Utara, JH (47), yang menjadi tersangka kasus pelecehan terhadap dua sekretarisnya memilih menjadi mualaf.

Wakapolres Metro Jakarta Utara, AKBP Nasriadi mengatakan, saat tengah berkumpul dengan tahanan lain di dalam sel, JH menangis saat mendengarkan adzan.

Bacaan Lainnya

“Saat dilakukan penahanan dan berkumpul bersama para tahanan, pelaku mendengar adzan dan tergerak hatinya dan pelaku menangis serta meminta salah seorang tahanan yang beragama Islam untuk dimualafkan untuk memeluk agama Islam,” kata Nasriadi, Rabu (3/3/2021)

Nasriadi melanjutkan, kemudian salah satu anggota dari Polres Metro Jakarta Utara, Kompol Sutikno menemui JH untuk menuntunnya menjadi seorang mualaf.

“Kompol Sutikno bertemu dengan pelaku dan untuk keabsahan, kebersihan dalam pelaku menjalankan agama Islam,” cetus Nasriadi.

Selain membaca dua kalimah syahadat, untuk memeluk agama Islam, JH juga diwajibkan melakukan khitan.

“Kompol Sutikno berjanji untuk mengkhitankan pelaku,” ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Jakarta Utara membekuk bos perusahaan Permodalan di Kelurahan Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, berinisial JH, karena telah melakukan pelecehan terhadap kedua sekretarisnya.

Adapun kedua sekretarisnya yang menjadi korban JH masing-masing berinisial DF (25) dan EFS (23).

Korban yang tidak terima, karena acapkali diperlakukan tidak senonoh, kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polres Metro Jakarta Utara.

“Setelah melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan barang bukti, Unit PPA melakukan penangkapan terhadap pelaku di kantornya,” terang Nasriadi.

Setelah dibekuk dan interogasi, pelaku mengakui seluruh perbuatan yang diadukan oleh kedua korbannya.

“Pelaku dikenakan pasal 289 KUHP tentang perbuatan cabul, dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara,” pungkasnya. (Ind)

Loading...

Tinggalkan Balasan