Pagar Taman Dibongkar, Kasudin Pertamanan Jakbar: Pemilik Bangunan akan Mengembalikan ke Semula

Kondisi taman sebelum disapang konblok (kiri), kondisi taman sesudah dipasang konblok (kanan). (foto: doc)

Jakarta – Terkait adanya laporan pembongkaran pagar pemakaian lahan yang merupakan aset milik Suku Dinas (Sudin) Pertamanan dan Hutan Kota di lokasi Taman Sayang Anak, Kali Mati, Kelurahan Jembatan Besi, Kecamatan Tambora Jakarta Barat, pihak Sudin Pertamanan bakal kroscek dan menelusuri laporan. Hal tersebut dikatakan Jauhari Arifin, Kepala Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Barat lewat pesan singkat, Rabu (9/6/21).

“Sedang dicek dan ditelusuri,” ujar Jauhari.

Jauhari menambahkan, hasil cek lokasi oleh Kasi Jalur Sudin Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Barat, pihak pemilik bangunan yang membuka jalan dengan cara membongkar taman tanpa izin akan mengembalikan kondisi taman seperti semula.

“Laporan dari kasi jalur saya, pihak pemilik bangunan akan mengembalikan ke semula. Dan yang  bersangkutan akan mengurus izin irit ke Dinas Bima Marga/PTSP,” kata Jauhari melalui pesan singkat, Jumat (11/6/2021).

Sebelumnya, erkait membuka jalan, Jauhari menjelaskan prosedur yang harus dilakukan.

“Kalau untuk buka jalan izinnya ada di Dinas Bina Marga. Sedangkan untuk penebangan pohon izinnya di PTSP,” kata Jauhari.

Terkait keterangan Ketua RW 01, Kelurahan Jembatan Besi yang mengatakan jika lahan taman tersebut adasebagian  milik warga, pihak Sudin Pertamanan dan Hutan Kota akan melakukan kroscek sertifikat tanah warga.

“Untuk masalah tersebut, nanti dicek dulu bukti sertifikat tanah warganya. Memang lokasi tersebut adalah Daerah Milik Jalan (Damija), yang tahu persis datanya di Dinas Bina Marga. Mungkin dulu pertamanan melakukan pengamanan lokasi tersebut dan dibat penghijauan dan pagar,” papar Jauhari.

Nurdin, Ketua RW 001 Kelurahan Jembatan Besi, Tambora Jakarta Barat mengatakan kepada Indonesian Post lewat sambungan telepon bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak Dinas Pertamanan dan sudah disampaikan secara lisan.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak Dinas Pertamanan dan sudah kami sampaikan secara lisan,” ucap Nurdin, Selasa malam (8/6/21).

Menurut Nurdin, pihak Dinas Pertamanan “merestui” pembongkaran tersebut, asal pagar tidak dibuang dan tanah tidak boleh diaspal.

“Yang kami simpulkan saat berkoordinasi yaitu pagar jangan sampai dibang, dirapihkan kembali. Tanahnya tidak boleh diaspal, jadi nanti dipakai batu konblok,” lanjut Nurdin menjelaskan.

Saat ini pihak Sudin Pertamanan dan Hutan Kota Jakbar sedang melakukan cek ke lokasi dan menelusuri pelaku yang mengizinkan hal tersebut.

“Kita lagi croscek dulu ke lokasi, siapa pelaku dan oknum yang mengizinkan, nanti kita koordinasikan ke PPNS dan Satpol PP,” ujar Jauhari.(mw)

Loading...

Tinggalkan Balasan