Tahanan Narkoba Polres Tangsel Meninggal, Wajahnya Penuh Lebam, Kapolres Bungkam

Ilustrasi

TANGSEL – Seorang tahanan di Polres Tangerang Selatan, meninggal pada saat menjalani proses penyidikan dihari 10 masa penahanannya pada Jumat (11/12/2020) pagi

Korban yang diketahui bernama Sigit Setiawan (33), disangkakan sebagai pemilik narkoba jenis sabu dan ditangkap pada Selasa (1/12/2020) dikawasan Pamulang, Tangsel.

Bacaan Lainnya

Keluarga korban yang enggan disebut namanya mengatakan bahwa saat adik korban membesuk pada Rabu (9/12/2020) terlihat wajah korban penuh lebam dan terdapat luka dibeberapa bagian tubuh lain.

“Waktu dibesuk, Sigit kondisinya sudah parah. Di jidatnya ada luka robek, leher belakangnya ada luka kayak bekas tetes-tetesan plastik dibakar. Kelingking kanannya patah. Waktu diajak ngobrol, kelihatan banget dia benar-benar nahan sakit, enggak tahu badannya ada luka apa lagi,” katanya.

Pada Jumat (11/12/2020) pagi, pihak keluarga menerima kabar dari petugas ke telepon seluler adiknya bahwa Sigit meninggal.

Namun saat ditanya keberadaan jasadnya, petugas sempat merahasiakan dan meminta pihak keluarga menunggu petugas mengantarkannya.

Petugas berdalih korban meninggal lantaran sakit dan tidak tertolong saat dalam perjalanan ke rumah sakit.

Namun keluarga menyayangkan tidak ada bukti tertulis terkait penyakit apa yang diderita korban.

“Polisi akhirnya bilang kalau jenazah Sigit ada di RSU Tangerang, Banten. Tapi waktu keluarga mau jemput dilarang, katanya biar mereka yang mandikan (jenazah) dan mengkafaninya. Jadi keluarga tinggal makamin saja,” paparnya.

Pihak keluarga saat itu menyampaikan akan mengebumikan jenazah di Tegal, Jawa Tengah, lantas petugas awalnya menawarkan penyerahan jenazah di tengah jalan, namun keluarga menolak.

Hingga adanya kesepakatan kalau jenazah akhirnya diantarkan ke rumah salah satu keluarga di Cawang, Jakarta Timur. Namun sampai di lokasi, jenazah tidak sempat diturunkan dan langsung dibawa ke daerah.

“Pas datang pakai satu mobil ambulan dan satu mobil pribadi isi empat polisi tanpa seragam. Kalau mobil ambulan-nya enggak ada tulisan RSU Tangerang, cuma warna merah-putih plat hitam, “ ujarnya.

Waktu datang ke Cawang juga enggak lama, lanjutnya, petugas sempat bertanya ke adiknya Sigit apakah udah banyak yang tahu kematian kakaknya dan menyuruh cepat-cepat bawa jenazah katanya kasihan.

Hal senada diungkapkan adik korban yang mengaku telah ikhlas atas peristiwa yang menimpa abangnya.

“Keluarga ikhlas biar tenang almarhum. Biarkan hukum karma dan alam yang balas,” katanya.

Sementara Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Iman Setiawan dan Kepala Satuan Narkoba Polres Kota Tangsel Inspektur Satu Yulius Qiuli saat dikonfirmasi enggan menjawab pertanyaan wartawan. (Tim)

Loading...

Tinggalkan Balasan