Tak Ada Unsur Pidana, Ucok Diduga Penghina Negara Palestina Bebas

Jakarta – Beredarnya berita tentang polisi yang langsung menangkap netizen yang diduga menghina Palestina membuat Mabes Polri angkat bicara.

Menurut Polri yang disampaikan Biro Penmas Divhumas Polri, dalam pemberitaan tersebut ada kekeliruan. Hal tersebut disampaikan melalui akun instagram divisihumaspolri.

“Telah beredar berita di sebuah media online dengan judul “Hati-Hati! Menghina Palestina di Medsos Bakal Langsung Ditangkap Polisi”. Perlu diketahui bahwa adanya kekeliruan dalam berita tersebut,” ungkapnya.

Polri menyatakan bahwa kasus dugaan penghinaan terhadap Negara Palestina lewat media sosial (medsos), yang dilakukan oleh petugas kebersihan berinisial HL alias Ucok diselesaikan dengan pendekatan Restorative Justice atau keadilan restoratif. Hal itu disebabkan karena tidak terpenuhinya unsur pidana di dalam UU ITE. Selain itu, yang bersangkutan juga telah menyampaikan maaf.

“Karena tidak memenuhi unsur pidana UU ITE. HL juga telah menyampaikan permohonan maaf,” kata Kabag Penum Biro Penmas Divhumas Polri Kombes. Pol Ahmad Ramadhan dalam jumpa pers di Gedung Humas Polri, Jakarta Selatan, Kamis (20/5/2021).(mw)

Loading...

Tinggalkan Balasan