Tokoh Masyarakat Nagekeo Tanggapi Kritik DPRD ke Pemkab

Lukas Mbulang, SH tokoh masyarakat Kabupaten Nagekeo.
Lukas Mbulang, SH tokoh masyarakat Kabupaten Nagekeo.

Nagekeo – Sikap Fraksi Golkar – Demokrat dalam menyampaikan pandangan umumnya di DPRD Nagekeo terkait buruknya perencanaan yang dilakukan oleh Pemda Nagekeo beberapa waktu lalu, menuai tanggapan dan pujian dari tokoh masyarakat Nagekeo, Lukas Mbulang.

Lukas Mbulang menilai bahwa apa yang yang disampaikan Fraksi Golkar – Demokrat dalam pandangan umum fraksi tersebut adalah sebuah bentuk koreksi dan kepedulian mereka terhadap kebijakan eksekutif agar lebih fokus pada kebaikan dan kesejahteraan masyarakat Nagekeo, dan bukannya pada keinginan atau kepentingan golongan tertentu.

Hal ini jangan dilihat sebagai sesuatu yang buruk atau dinilai sebagai sebuah kebencian, namun sesungguhnya ini adalah bentuk fungsi kontrol DPRD Nagekeo dalam mengawasi jalannya roda pemerintahan agar tidak salah arah. Demikian hal tersebut disampaikan Lukas Mbulang di kediamannya, Kamis, (15/07/21).

Menurut Lukas, sesungguhnya yang dilakukan DPRD Nagekeo selain menjalani fungsi kontrolnya secara baik, juga merupakan bentuk dukungan penuh terhadap lembaga eksekutif, dalam menjalankan roda pemerintahan.

Pandangan Fraksi yang disampaikan oleh beberapa Fraksi di lembaga DPRD Nagekeo, jangan dianggap sebagai hal yang sifatnya membenci, tapi sesungguhnya hal yang mau diperlihatkan oleh Anggota DPRD Nagekeo adalah bagaimana meereka menjalankan fungsi kontrolnya dengan baik, sesuai dengan ruang regulasi yang sudah ditentukan.

Di sisi lain yakni mau mengawal kinerja Bupati dan Jajarannya agar tidak keliru dalam mengambil setiap langkah dalam kebijakan.

“Menegur bukan berarti benci tapi sayang. Mendukung tidak harus dengan mengelus, tapi bisa juga dengan menampar untuk suatu tujuan yang baik. Ingat itu baik baik”, ujar Lukas Mbulang.

Lukas juga berpendapat bahwa ketika DPRD menjalani fungsinya secara baik, itu membuktikan bahwa secara kelembagaan DPRD benar-benar serius memperjuangkan kepentingan rakyat dan daerah. Hal terpenting yakni mau menjaga marwah pemerintahan Nagekeo yaitu eksekutif dan legislatif dari persoalan – persoalan hukum ke depannya.

“Sahabat yang baik adalah dia yang mampu menegur sahabatnya dalam kekeliruan. Tamparan keras seorang sahabat merupakan ciuman mesra yang diberikan untuk membawa sahabatnya menuju pada sebuah kebaikan dan kemesraan yang hakiki”, tandasnya.

Kepada orang nomor satu di Nagekeo yang adalah ine meze ame lewa orang Nagekeo, Lukas berpesan supaya jangan menganggap bahwa DPRD sedang Nagekeo menzolimi lembaga eksekutif.

Di sini sebenarnya DPRD Nagekeo mau menunjukkan kapasitasnya sebagai perwakilan dari ratusan ribu rakyat Nagekeo di parlemen. Kedudukan dan keberadaan Anggota DPRD Nagekeo di Parlemen ialah untuk memperjuangkan aspirasi rakyat dan sekaligus mengingatkan kepada Bupati bahwa urus daerah harus ada kemitraan secara baik dari dua lembaga tersebut, yakni eksekutif dan legislatif.

“Bupati Don harusnya bersyukur karena masih ada teman – teman Anggota DPRD yang peduli dan masih mau menegur Pemerintah dengan cara yang elegan untuk sebuah perubahan menuju kepada kebaikan bersama (Bonnum Commune). Apabila Bupati Nagekeo tidak mau mendengar apa yang disampaikan para Anggota DPRD Nagekeo melalui pandangan Fraksinya, maka dalam konteks tersebut, Bupati juga sedang tidak peduli dengan rakyat Nagekeo, karena sesungguhnya 25 orang anggota DPRD merupakan representasi dari rakyat itu sendiri”, tegasnya.

Berkaitan dengan dugaan KKN seperti yang disampaikan Fraksi Golkar – Demokrat pada pemandangan umum Fraksi beberapa waktu lalu, menurut Lukas, harus disyukuri karena Lembaga DPRD Nagekeo sedang menjalani fungsi kontrolnya secara baik dan mengkritisi setiap kebijakan yang dianggap di luar dari regulasi yang ada.

“Pernyataan Fraksi Golkar – Demokrat tentang dugaan KKN, harusnya diterima dengan bijak, karena sesungguhnya masih ada pihak lain yang ingin kita selamat dari persoalan hukum. Teguran demi teguran diberikan bukan tidak beralasan. Hal itu dikarenakan sudah ada dugaan dan itupun bisa saja mungkin terjadi kalau tidak cepat diatasi. Manis jangan cepat ditelan, pahit jangan cepat dibuang”, begitu pesan Lukas.

Sebagai tokoh masyarakat, Lukas sepakat dan mendukung pembentukan pansus di lembaga DPRD Nagekeo. Hal ini agar memastikan jalannya roda Pemerintahan Kabupaten Nagekeo kembali pada rel yang sebenarnya.(yasin)

Loading...

Tinggalkan Balasan