Ujian Kejuruan di SMK Permata Bunda di Masa Pandemi Direstui

Heri, Kepala SMK Permata Bunda, Jakarta.
Heri, Kepala SMK Permata Bunda, Jakarta.

Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah melakukan uji coba pembelajaran tatap muka di sekolah pada Rabu (7/4). Ada 85 sekolah yang masuk dalam daftar piloting dari semua jenjang pendidikan telah melakukan uji coba tersebut.

Namun, SMK Permata Bunda yang tidak masuk dalam daftar piloting sekolah diketahui nekat melakukan pembelajaran tatap muka saat menggelar ujian kejuruan.

Menurut Heri, Kepala SMK Permata Bunda mengatakan pihaknya menggelar ujian kejuruan karena materi yang diujikan harus dengan praktek.

“Ujian kejuruan dilakukan tatap muka, karena praktik akuntansi,” ujar Heri kepada Indonesianpost.co.id, Senin (26/4).

Pihaknya pun mengklaim hanya ujian kejuruan berupa praktik akuntansi yang dilakukan secara tatap muka dengan diikuti 29 siswa.

“(Ada-red) 29 siswa. (Tatap muka-red) hanya praktik akuntansi,” ujar Heri menjelaskan.

Menurut Heri, jumlah siswa yang mengikuti ujian kejuruan dibagi 10 siswa per kelas.

“Jadi, tiap kelas ada 10 siswa,” tambahnya.

Heri melanjutkan, jika uji kompetensi tersebut atas perintah Dinas Pendidikan yang diatur dalam petunjuk teknis (juknis) No.127 tahun 2021 tentang Uji Sertifikasi Kompetensi yang dijelaskan bahwa penyelenggara uji kompetensi itu lembaga sertifikasi profesi (LSP).

“Kita sifatnya ditunjuk oleh SMK PGRI 35 sebagai LSP untuk menyelenggarakan kegiatan uji kompetensi,” ujar Heri menjelaskan saat ditemui di ruang kelas SMK Permata Bunda, Selasa (27/4).

Heri menjelaskan jika pihaknya menyelenggarakan ujian diawasi Dinas Pendidikan. Dan penyelenggaraan ujian yang ia gelar tersebut tidak ada hubungannya dengan piloting sekolah.

“Tidak ada hubungannya (dengan piloting sekolah-red), karena kita hanya ujian, bukan pembelajaran,” ucapnya.

Terkait di masa pandemi, Heri pun menjelaskan jika pihaknya tetap mengikuti protokol kesehatan ketat.

Namun menurut Heri, ujian yang digelar tidak perlu memberitahu Satgas Covid-19.

“Selama kita tetap menerapkan prokes, tidak perlu memberitahu Satgas Covid-19,” ujarnya.

Beda Kasudin, Beda Sekdis

Pembelajaran tatap muka berupa uji kompetensi yang dilakukan SMK Permata Bunda tidak sesuai dengan apa yang disampaikan Kepala Suku Dinas (Kasudin) Pendidikan Jakarta Barat wilayah I, Aroman.

Menurut Aroman, kegiatan pembelajaran tatap muka yang boleh dilakukan adalah sekolah piloting saja.

“Pembelajaran tatap muka hanya pada sekolah-sekolah piloting saja,” ujar Aroman kepada Indonesianpost.co.id, Senin (26/4).

Berbeda dengan Sekretaris Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Agus Ramdani yang memperbolehkan kegiatan pembelajaran tatap muka dengan persetujuan orang tua murid.

“(Pembelajaran tatap muka-red) diperbolehkan sepanjang ada persetujuan orang tua,” kata Agus Ramdani melalui pesan singkat, Senin (26/4).

Bahkan menurut Agus saat ditanya boleh atau tidaknya sekolah mengadakan ujian secara tatap muka tidak ada dalam daftar piloting, dirinya mengatakan tatap muka khusus pendidikan vokasi.

“Khusus pendidikan vokasi karena ada sertifikasi,” katanya.

Kegiatan yang dilaksanakan SMK Permata Bunda ini semoga saja tetap mengedepankan protokol kesehatan, karena pihak terkait merestui kegiatan tersebut. (tim)

Loading...

Tinggalkan Balasan