Viral Foto Laskar Jenazah FPI Tersenyum, Polisi Ungkap Fakta Sebenarnya

Foto : Tribun Kaltim.co

KALTIM – Sejumlah fakta terkuak dalam kasus foto viral seorang pria dalam kondisi berbaring dengan mata tertutup disebarkan oleh sejumlah akun media sosial.

Dilansir Tribun Kaltim.co, warga Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur mendadak viral.

Bacaan Lainnya

Pasalnya, foto dirinya sedang berbaring sambil tersenyum tersebar disejumlah akun media sosial.

Yang menjadi sorotan, foto tersebut dibagikan dengan narasi jenazah laskar FPI dalam kondisi tersenyum.

Belakangan, sejumlah fakta di balik foto viral jenazah tersenyum terkuak.

Fakta yang terkuak di antaranya sosok pria yang ada di dalam foto, kronologi hingga lokasi pengunggah foto, simak ulasannya.

1. Identintas pria dalam foto terkuak

Ahmad, 33 tahun, marbot di Tenggarong, Kutai Kartanegara tak menyangka, jika foto dirinya bakal viral di media sosial.

Beberapa hari terakhir, foto Ahmad dalam kondisi berbaring dengan mata tertutup disebarkan oleh sejumlah akun media sosial, dengan narasi jenazah laskar FPI dalam kondisi tersenyum.

Hal itu diungkapkan Ahmad, saat Kapolres Kukar AKBP Irwan Masulin Ginting melakukan konferensi pers, di Halaman Polres Kukar, Jalan Wolter Monginsidi, Tenggarong, Kukar

Di mana polisi juga menghadirkan Ahmad, saat konpers digelar.

2. Berawal dari chat WhatsApp

Fakta lain seputar kronologi menyebarnya foto viral tersebut juga terkuak.

“Jadi, dari hasil pemeriksaan. Ahmad statusnya sebagai saksi korban. Awal mula foto itu tersebar saat dia saling mengirim pesan WhatsApp kepada rekannya,” kata Irwan.

Irwan memaparkan, Ahmad sedang chatting dengan Tri, rekannya.

Saat itu, Tri bertanya, dengan siapa dirinya chatting.

Ahmad kemudian mengirim foto tersebut, 6 Desember lalu.

Tak hanya kepada Tri, ternyata Ahmad juga mengirim foto tersebut ke salah satu WhatsApp grup pada keesokan harinya.

Hal itu juga dibenarkan oleh Ahmad.

“Dia kirim ke WA grup pecinta dan pembela ulama,” kata Irwan.

Ahmad, sebagai saksi korban, mengaku tidak tahu siapa yang memviralkan fotonya tersebut.

3. Merasa dirugikan

Dirinya juga merasa dirugikan, karena fotonya digunakan untuk membohongi publik.

“Saya merasa dirugikan. Saya juga sudah mengklarifikasi itu melalui video bahwa itu hoaks,” kata Ahmad, di Polres Kukar.

4. Mengaku sama sekali tak ada punya motif

Ahmad mengaku tak punya motif tertentu, dirinya hanya sekdar membagikan foto ke grup dan tanpa ada maksud.

“Jelas sangat terganggu, saya ambil hikmahnya. Mudahan yang mengolah ini bisa secepatnya menjelaskan apa maksud dan tujuannya,” kata Ahmad.

5. Polisi sudah kantongi sejumlah data

Sementara itu, Kapolres Kukar menjelaskan proses pemeriksaan kepada sejumlah saksi juga terus dilakukan.

Bahkan, siapa saja orang yang mengedit dan memviralkan, nama-namanya telah dikantongi oleh Bareskrim Mabes Polri.

“Orang dari luar, bukan dari sini (Tenggarong). Untuk ancaman hukuman akan dikenakan Undang-undang ITE, dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara,” jelas Irwan.

6. Ancaman hukuman

Proses pemeriksaan kepada sejumlah saksi juga terus dilakukan.

Bahkan, siapa saja orang yang mengedit dan memviralkan, nama-namanya telah dikantongi oleh Bareskrim Mabes Polri.

“Orang dari luar, bukan dari sini (Tenggarong). Untuk ancaman hukuman akan dikenakan Undang-undang ITE, dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara,” jelas Irwan. (Red)

Loading...

Tinggalkan Balasan