Viral, Video Terkuaknya Kebohongan Edy Mulyadi, Saksi Dibayar Rp150 Ribu

Foto : Instagram westjurnalpalma (istimewa)

JAKARTA – Beredar video di media sosial akun instagram westjurnalpalma yang menyebut viral terkuaknya kebohongan saksi kepada Edy Mulyadi yang telah beredar di Youtube.

Dalam video tersebut, seorang saksi mata yang dibayar oleh Edy akhirnya buka suara. Saksi itu mengungkap bahwa “Saya saksi di kejadian itu di rest area KM50 itu”.

Lalu saksi itu menyatakan bahwa pada tanggal 9 Desember seseorang yang bernama Edy yang datang kepadanya untuk membayar sebesar Rp 150 ribu.

Tujuannya kata saksi itu untuk disuruh bilang yang nggak sebenarnya. Lalu orang itu menjawab Edy yaitu :”Iya, iya saja”.

Namun keterkaitan dengan hal tersebut, hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian.

Tim Indonesianpost.co.id mencoba menghubungi Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono maupun Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus terkait viral tersebut, namun hingga berita ini ditayangkan, belum ada tanggapannya.

Sebelumnya beredar di youtube, Edy menghimpun keterangannya terkait penembakan 6 anggota Front Pembela Islam, pengawal Habib Riziek pada Minggu (06/12/2020) dan merilis video dengan durasi 7 menit lebih.

Edy menyatakan bahwa dia mendengar informasi dari seorang saksi mata malam itu yang katanya melihat ada mobil satu dipepet.

Ada 10 mobil dan Ada 3 mobil polisi. Jarak saksi dengan kejadian itu sekitar 8 meter. Si saksi mata mendengar hanya dua kali tembakan dan tak ada tembak-menembak.

Menurutnya orang yang di dalam mobil itu tak membalas dan tak membawa senjata. Katanya lagi para polisi menggunakan senjata laras Panjang.

Edy Mulyadi lalu menyimpulkan dari dekat TKP bahwa informasi dari polisi itu tidak akurat dengan rujukan dari beberapa saksi yang diklaimnya sudah diwawancarainya. Edy sendiri tak berani bilang bohong.

“Saya tidak berani bilang bohong tapi tidak akurat . Karena saya bicara dengan beberapa saksi tidak ada baku tembak Meskipun kejadian dinihari, jalur ini ramai dan tidak ada garis polisi. Yang ada polisi usir orang orang yang datang,” katanya.

Lalu dia bernarasi bahwa Komnas HAM bersuara, bahwa sudah ada abuse of power. (Ind)

Loading...

Tinggalkan Balasan