JAKARTA | Indonesian Post – Kondisi SMA Negeri 2 Meureudu di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, masih dipenuhi lumpur mengeras. Kondisi ini terjadi setelah banjir besar pada akhir November 2025 dan langsung menarik perhatian pemerintah pusat.
Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, turun langsung meninjau sekolah tersebut. Ia melihat langsung ruang kelas dan lingkungan sekolah yang belum sepenuhnya pulih.
Dalam kunjungan itu, Tito meminta pemerintah daerah segera bergerak. Ia menginstruksikan Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah dan Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya untuk membersihkan lumpur yang mengeras di area sekolah. Karena itu, ia menekankan agar proses belajar mengajar bisa segera kembali normal.
Tito menilai, pendidikan tidak boleh terlalu lama terganggu akibat bencana. Menurutnya, siswa tidak seharusnya terus belajar di tenda darurat atau ruang kelas yang tidak layak. Oleh sebab itu, ia mendorong percepatan penanganan fasilitas pendidikan.
Sekolah Jadi Prioritas Perbaikan
Selain pembersihan, Tito juga meminta data rinci sekolah yang mengalami kerusakan berat. Data tersebut mencakup TK, SD, SMP, hingga SMA, beserta lokasi masing-masing sekolah.
Selanjutnya, data itu akan diserahkan langsung kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti. Langkah ini dilakukan agar proses renovasi bisa segera dilaksanakan.
Tito menegaskan bahwa SMA Negeri 2 Meureudu harus menjadi prioritas. Ia meminta semua pihak bersinergi agar para siswa dapat kembali belajar dengan aman dan nyaman.
“Ini jadi prioritas. Saya minta data dari TK, SD, SMP, SMA, berikut lokasi sekolahnya,” kata Tito saat peninjauan, Rabu (21/1/2026).
Sementara itu, Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi menyampaikan bahwa pihaknya telah mengumpulkan data sekolah terdampak banjir. Data tersebut sudah diserahkan kepada Pemerintah Provinsi Aceh untuk ditindaklanjuti.
Kunjungan Tito Karnavian ke Pidie Jaya merupakan bagian dari agenda peninjauan progres rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh. Dalam kegiatan itu turut hadir Kepala BNPB Suharyanto, Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Safrizal ZA, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi, serta Wakil Bupati Pidie Jaya Hasan Basri.