Teddy Day 10 Februari, Makna dan Sejarahnya

Teddy Day 10 Februari, Hari Spesial di Valentine Week yang Bikin Pasangan Makin Lengket

Muhibuddin Wali's avatar

- Penulis

Selasa, 10 Februari 2026 - 09:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA | Indonesian Post – Tanggal 10 Februari menandai perayaan Teddy Day dalam rangkaian Valentine Week. Pada momen ini, banyak pasangan saling memberi boneka teddy sebagai simbol kasih sayang. Karena tradisi ini terasa sederhana, banyak orang memilihnya untuk menyampaikan perhatian secara tulus.

Selain itu, boneka teddy memiliki bentuk lucu yang identik dengan kehangatan. Oleh karena itu, banyak pasangan menjadikannya hadiah yang berkesan. Tidak hanya sebagai simbol cinta, boneka ini juga sering menjadi kenang-kenangan dari momen spesial.

Sementara itu, Valentine Week sendiri berlangsung sejak 7 hingga 14 Februari. Rangkaian perayaan dimulai dengan Rose Day, lalu berlanjut ke Propose Day dan Chocolate Day. Kemudian, orang merayakan Teddy Day sebelum memasuki Promise Day, Hug Day, Kiss Day, dan puncaknya Valentine’s Day.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Awalnya, tradisi boneka teddy berasal dari Amerika Serikat. Nama “teddy bear” muncul dari sosok Presiden Theodore Roosevelt. Kisah tersebut berawal ketika Roosevelt menolak menembak anak beruang saat berburu.

Karena kisah itu menyentuh banyak orang, seorang pembuat mainan terinspirasi untuk membuat boneka beruang kecil. Ia lalu menamainya “teddy bear.” Sejak saat itu, masyarakat mengenal boneka tersebut sebagai simbol kehangatan dan kasih sayang.

Di era media sosial, banyak orang merayakan Teddy Day secara digital. Mereka membagikan ucapan, foto hadiah, dan pesan romantis melalui berbagai platform. Akibatnya, tagar terkait Teddy Day hampir selalu masuk daftar trending setiap 10 Februari.

Namun, Teddy Day tidak hanya berlaku bagi pasangan. Banyak orang juga memberi boneka teddy kepada sahabat, keluarga, atau anak-anak. Dengan begitu, tradisi ini menegaskan bahwa kasih sayang bisa dibagikan kepada siapa saja.

Pada akhirnya, Teddy Day menjadi momen sederhana yang terasa bermakna. Hadiah kecil ini mampu menghadirkan rasa hangat dan perhatian. Oleh karena itu, tradisi Teddy Day terus bertahan dan semakin populer setiap tahun..

Berita Terkait

Penampilan Super Bowl Ini Meledak di X, Netizen Ribut Bahas Aksi Sang Bintang
Cuaca Ekstrem Melanda AS, Badai Salju Lumpuhkan Transportasi dan Listrik

Berita Terkait

Selasa, 10 Februari 2026 - 09:51 WIB

Teddy Day 10 Februari, Hari Spesial di Valentine Week yang Bikin Pasangan Makin Lengket

Selasa, 10 Februari 2026 - 09:25 WIB

Penampilan Super Bowl Ini Meledak di X, Netizen Ribut Bahas Aksi Sang Bintang

Senin, 26 Januari 2026 - 09:06 WIB

Cuaca Ekstrem Melanda AS, Badai Salju Lumpuhkan Transportasi dan Listrik

Berita Terbaru

ilustrasi

Nasional

Kemenag: Perbedaan Penetapan Awal Ramadhan 2026 Hal Wajar

Selasa, 10 Feb 2026 - 16:37 WIB

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi

Politik

Mensesneg Respons Isu Misbakhun Masuk Bursa Ketua DK OJK

Selasa, 10 Feb 2026 - 16:33 WIB

Eksplorasi konten lain dari Indonesian Post

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca