JAKARTA | Indonesian Post – Masalah keuangan kini tidak hanya berdampak pada dompet, tetapi juga kesehatan mental. Data terbaru menunjukkan sekitar satu dari tiga orang Indonesia mengalami stres finansial.
Stres finansial muncul akibat berbagai faktor, mulai dari pendapatan yang stagnan, cicilan menumpuk, hingga minimnya dana darurat. Tekanan ini diperparah oleh gaya hidup konsumtif dan tuntutan sosial.
Dampaknya cukup serius. Banyak individu mengaku mengalami gangguan tidur, kecemasan berlebih, hingga konflik keluarga akibat masalah keuangan yang tidak terselesaikan.
Pakar menyebut rendahnya literasi keuangan sebagai akar masalah. Banyak masyarakat belum terbiasa merencanakan keuangan jangka panjang dan mengelola utang secara sehat.
Edukasi finansial dinilai menjadi kunci utama. Kesadaran bahwa kesehatan finansial sama pentingnya dengan kesehatan fisik perlu ditanamkan sejak dini.
Tanpa perubahan pola pengelolaan keuangan, stres finansial berpotensi menjadi krisis sosial yang lebih luas di masa mendatang.