Apresiasi Tahan 2 Tersangka, IPW Juga Desak Polres Jakbar Tangkap 1 Tersangka Lainnya

Ng Jen Ngay, korban dugaan mafia tanah

Jakarta – Kepolisian RI memastikan akan menghukum para mafia tanah. Hal tersebut diungkapkan sebagai respon atas perintah Presiden Joko Widodo yang meminta kepolisian dapat menindak tegas mafia tanah.

Bahkan Mabes Polri sendiri mengingatkan masyarakat untuk segera melapor jika mengetahui atau menjadi korban dari mafia tanah. Hal tersebut dikatakan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigadir Jenderal Rusdi Hartono.

Bacaan Lainnya

“Tentunya dan pasti instruksi dari presiden akan dilaksanakan untuk memberi kepastian kepada masyarakat,” ujarnya.

Dalam kasus dugaan mafia tanah, Polres Jakbar dikabarkan telah menahan dua orang tersangka berinisial HGM (80) dan AH (48) karena melanggar Pasal 263 ayat 1 dan ayat 2, Pasal 266 ayat 2 dan Pasal 480 KUHP tentang Pemalsuan Surat dan Penadahan.

Namun, Polres Metro Jakarta Barat sendiri sampai saat ini dikabarkan belum melakukan upaya pemanggilan paksa tersangka AG dengan dugaan mafia tanah setelah dua kali mangkir dalam pemanggilan.

AG ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus menggunakan akta otentik autentik palsu sebagaimana diatur dan diancam pidana pada Pasal 266 ayat (2) KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara.

Atas penangkapan kedua tersangka tersebut Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso mengapresiasi kinerja Polres Metro Jakarta Barat. Namun pihaknya juga mendesak agar tersangka lainnya segera ditangkap.

“IPW apresiasi Polres Metro Jakarta Barat yang telah menetapkan 3 tersangka kasus dugaan mafia tanah, dan mendesak Polres menahan tersangka lainnya,” ujar Sugeng melalui pesan singkat, Minggu (14/11/2021).

Aldo Joe, kuasa hukum Ng Jen Ngay, korban dugaan mafia tanah menilai pihak Polres Jakbar gamang melakukan upaya paksa pasca mangkirnya tersangka AG pada pemanggilan kedua.

“Kami berharap Polres Jakarta Barat dapat menangkap AG agar bisa mengikuti instruksi presiden dan menggunakan kewenangan sebagaimana diatur dalam KUHAP,” ucap Aldo.

Dia berharap penyidik berlaku sama terhadap tersangka AG, sebagaimana telah dilakukan terhadap dua tersangka lainnya, HGM (80) dan AH (48) yang telah terlebih dahulu ditahan dalam kasus yang sama.

Kasus tersebut diketahui ada pada Laporan Polisi Nomor LP/436/III/2018/PMJ/Restro Jakbar ter tanggal 21 Maret 2018 yang dilaporkan Ng Jen Ngay, seorang teknisi AC.

Ng Jen Ngay sendiri melaporkan hal ini ke polisi karena dugaan pemalsuan tandatangan dirinya dalam jual beli rumahnya. Ng Jen Ngay mengaku tidak pernah menjual rumahnya yang berada di Jalan Kemenangan, Kelurahan Glodok, Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat.

Atas tindakan AG, HGM (80) dan AH (48), sertifikat rumah korban beralih ke pihak lain.

Penyidik sendiri telah menetapkan para tersangka melanggar Pasal 263 ayat 1 dan ayat 2, Pasal 266 ayat 2 dan Pasal 480 KUHP tentang Pemalsuan Surat dan Penadahan.(tim)

Loading...

Tinggalkan Balasan