Ditpolairud Polda Banten Gagalkan Penyelundupan Satwa Dilindungi

Cilegon – Direktorat Kepolisian Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Banten berhasil menggagalkan penyelundupan satwa dilindungi, Kamis (9/6).

Dirpolairud Polda Bangen, Kombes Pol Guiseppe Rainhard Gultom melalui Wadirpolairud AKBP Abdul Majid mengatakan, jajarannua berhasil menggagalkan penyelundupan satwa dilindungi dari Pontianak, Kalimantan Barat ke Cilegon, Banten.

“Anggota Subdit Gakkum yang dipimpin Kanit 2 Ipsa Supriyadi telah mengamankan satwa dilindungi yang akan diselundupkan ke Banten,” ujar Abdul Majid.

Beberapa jenis burung berhasil diamankan petugas di dalam kotak plastik dan kotaj kayu dengan jumlah 1.124 ekor.

“Dengan barang bukti burung campuran jenis Kacer, Kapas Tembak, Pleci dan Cucak Ijo yang disimpan di dalam kotak plastik sebanyak 90 buah dan kotak kayu sebanyak 12 kotak isi lebih kurang 1.124 ekor serta 2 unit mobil jenis APV warna abu-abu dan cokelat dengan nopol B1435KZV dan B8971NB,” jelas Abdul Majid.

Adapun personel yang terjun dalam upaya menggagalkan penyelupan satwa dilindungi diantaranya Bripka Walimudin, Bripka Wahyu Badik Ulung, Bripka Suparman, Bripka Agus Firman Hidayatullah, Bharaka Andri Gunawan, Bripka Aminudin SH.,Komandan Kapal XXIII
Bripka Fahri Albara SH.,ABK KP XXIII.

Dalam kasus tersebut, enam orang tersangka berhasil diamankan.

“Enam orang berhasil kami amankan, diantaranya HK (33), SK (39), MR (50), FS (32), PW (31) dan MBS (33),” terangnya.

Enam orang tersebut, lanjuta Abdul Majid, dikenakan pasal 40 ayat 2 “Barang siapa dengan sengaja melakukan pelanggaran terhadap ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal w1 ayat 1 dan ayat 2 serta Pasal 33 ayat 3 dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp100 juta, UU RI No 05 tahun 1990 tentang SDA jo Pasal 55 KUHP.

“Satwa yang dilindungi telah dilepaskan agar bisa hidup di alam bebas,” tutupnya.(HR)

Loading...

Tinggalkan Balasan