Dosen Universitas Negeri Malang Berhasil Selidiki Sifat Korosif pada Biodiesel dari Beberapa Minyak Nabati

Tim peneliti dari Universitas Negeri Malang berhasil menyelidiki adanya sifat korosi dari beberapa sampel biodiesel minyak nabati. Penelitian ini diketuai oleh Dr. Aman Santoso, M.Si., dengan anggota peneliti Dr. Sumari, M.Si, Novita Agustin, dan Muhammad Roy Asrori. Penelitian ini melibatkan banyak kolega kampus sebagai bentuk kolaborasi secara holistik. Penelitian ini didanai oleh skema pendanaan dari UM. Dengan demikian, dukungan dana ini sangat memfasilitasi kegiatan penelitian tim.

Penelitian tim Dr. Aman Santoso, berawal dari adanya dugaan peristiwa korosi dari beberapa bagian kendaraan bermesin diesel jika penggunaan biodieselnya disintesis dari beberapa sumber minyak nabati. Sebagai demonstrasi penelitian tersebut, tim telah banyak menghasilkan minyak sawit, minyak kelapa, minyak jarak, minyak biji bijian yang semuanya melompah di sekitar kita. Perbedaan utama dari berbagai minyak nabati adalah jenis asam lemak yang terdapat pada molekul trigliserida, sehingga menghasilkan komposisi metil ester asam lemak yang berbeda-beda. Jadi, investigasi tentang penyebab dan mekanisme korosi pada biodiesel khususnya pada besi perlu dilakukan.

Penelitian tersebut dilaksanakan di laboratorium FMIPA Universitas Negeri Malang, dan beberapa analisis dilakukan di laboratorium sentral Universitas Negeri Malang. Waktu penelitian dari bulan Maret hingga November 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil sintesis metil ester pada minyak sawit, minyak kemiri, dan minyak biji bunga matahari didapatkan rendemen masing-masing sebesar 74,34%, 76,40%, dan 75,65%.

Karakterisasi metil ester dari berbagai minyak nabati tersebut dilakukan dengan parameter massa jenis, viskositas, indeks bias, dan bilangan asam sudah memenuhi standar biodiesel SNI tahun 2015. Uji perendaman menunjukkan bahwa laju korosi logam besi pada biodiesel dengan suhu kamar lebih rendah dibandingkan dengan suhu 70oC.

Berdasarkan jenis komponen penyusun metil ester asam lemak / FAME (Fatty Acid Methyl Ester), biodiesel yang mengandung FAME tak jenuh yang tinggi laju korosinya lebih tinggi yaitu pada suhu kamar, metil ester minyak sawit, minyak kemiri, dan minyak biji bunga matahari masing-masing sebesar 0,006 mpy, 0,011 mpy, dan 0,011 mpy, sedangkan pada suhu 70oC, masing-masing sebesar 0,011 mpy, 0,016 mpy, dan 0,017 mpy.

Hal tersebut juga ditunjukkan pada uji SEM yaitu pada suhu tinggi dan kandungan FAME tak jenuh yang tinggi secara signifikan ditandai dengan terbentuknya pit yang tersebar secara merata. Pada hasil GC-MS, komponen penyusun metil ester terbesar dari minyak kemiri dan minyak biji bunga matahari adalah metil oleat dengan kadar masing-masing sebesar 35,04% dan 46,79%, sedangkan pada minyak sawit yang terbesar adalah metil oleat dan palmitat yaitu masing-masing sebesar 41,60% dan 41,16%.

Sebagai bentuk evaluasi berlanjut, penelitian ini dapat dikembangkan lebih lanjut mengenai mekanisme penyebab korosi yang teramati karena pengaruh penggunaan biodiesel dari minyak Nabati.(*)

Loading...

Tinggalkan Balasan