Dugaan Pelecehan Penjaga Warkop, Polisi Panggil Oknum Lurah di Bekasi Pekan Depan

Ilustrasi

BEKASI – Pihak kepolisian sudah melakukan olah Tempat Kejadian perkara (TKP) terkait kasus dugaan pelecehan seksual terhadap seorang wanita penjaga warung kopi (warkop) oleh oknum lurah di Pekayon Jaya, Kota Bekasi.

Polisi rencananya akan memanggil dan memeriksa oknum lurah di Bekasi tersebut.

Bacaan Lainnya

Olah TKP digelar tak lama setelah polisi menerima laporan dari korban itu digelar, dilakukan di ruangan oknum lurah RJ.

Lokasi itulah yang diduga menjadi tempat pelecehan seksual oleh RJ kepada perempuan pedagang di lingkungan kelurahan Pekayon Jaya, ER ,24.

“Olah TKP di situ (ruangan lurah) bahwa kacanya semua itu bisa dikatakan terang, terbuka dan pintunya juga kita cek pintunya tidak terkunci. Bukan dikunci menggunakan kunci, tidak bisa (terkunci) emang,” ujar Wakapolres Metro Bekasi Kota, AKBP Alfian Nurrizal, Jumat (5/3/2021).

Selain itu, polisi juga telah memeriksa keenam staf lurah. Mereka mengaku tidak mendengar ada suara teriakan dari korban saat kejadian.

“Jadi tidak ada yang dikatakan maksudnya korban bilang nggak bisa keluar pintu, teriak-teriak. Dari keenam orang itu kita tanya ada nggak denger teriakan? Dijawab tidak ada. Nggak mendengar suara teriakan dari korban. Terus setelah kita cek bersama-sama tidak ada yang terkunci,” lanjut Alfian.

Namun, olah TKP yang telah dilakukan oleh polisi tidak menjadi akhir dari penyelidikan dugaan kasus pelecehan tersebut.

Alfian mengatakan RJ akan dimintai keterangan pada pekan depan.

“Yang jelas pekan depan ya. Sudah kita agendakan pasti. Tujuan akhir kita untuk mintai keterangan, apalagi Lurahnya, wajib itu (diperiksa),” terangnya. (Ind)

Loading...

Tinggalkan Balasan