Jokowi Minta Proses Hukum Penyiram Air Keras Novel Baswedan Dikawal Bersama

Presiden Joko Widodo saat memberikan keterangan kepada awak media.

Jakarta – Terkait ditetapkannya dua tersangka pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengapresiasi kinerja Polri.

“Ya ini kan peristiwa ini sudah dua tahun dan sekarang pelakunya sudah tertangkap. Kita sangat menghargai, mengapresiasi apa yang sudah dikerjakan oleh Polri,” kata Jokowi, Senin.

Bacaan Lainnya

Jokowi juga meminta semua pihak mengawal bersama proses hukum kedua tersangka tersebut agar penangkapan keduanya tidak menimbulkan spekulasi-spekulasi yang negatif.

“Tetapi yang paling penting kawal bersama, jangan sampai ada spekulasi-spekulasi yang negatif. Ini kan baru pada proses awal penyidikan dari ketemunya tersangka itu, pelaku itu. Nanti kita ikuti terus, dikawal terus, sehingga benar-benar apa yang menjadi harapan masyarakat itu ketemu,” lanjut Presiden.

Presiden Jokowi juga berharap, peristiwa serupa tidak akan terulang kembali di masa yang akan datang. Ia meminta masyarakat memberikan kesempatan kepada pihak kepolisian.

“Jangan sebelum ketemu ribut, setelah ketemu ribut. Berikanlah polisi kesempatan untuk membuktikan bahwa itu benar-benar motifnya apa, semuanya, jangan ada spekulasi-spekulasi terlebih dahulu. Wong baru ditangkap kemarin,” ujar Presiden.

Sebelumnya, pihak kepolisian mengamankan dua pelaku penyiraman air keras kepada Novel Baswedan, masing-masing berinisial RM dan RB pada Kamis, 26 Desember 2019. Keduanya kini ditahan untuk pemeriksaan lebih lanjut. (mw)

Loading...

Tinggalkan Balasan