Kualitas Beton Proyek Dana Desa Diduga Dikurangi

Serang – Dana Desa (DD) Desa Seuat Jaya Kecamatan Petir, Kabupaten Serang diketahui dialokasikan untuk pembangunan jalan beton dengan volume 248m x 3m x 0,15cm. Namun dalam pekerjaan tersebut kualitas beton diduga dikurangi dengan cara mengurangi ketebalan menjadi 0,10cm. Hal tersebut diketahui hasil pantauan Indonesianpost di lokasi pekerjaan pada 28 Desember 2022.

Bahkan warga Kampung Sumampir Pulo, lokasi pekerjaan, tepatnya di RT012/003 tidak ada yang diperbantukan pada pekerjaan tersebut.

Informasi yang diterima redaksi, pekerjaan tersebut diborongkan ke pihak luar, sehingga warga sekitar merasa hanya sebagai penonton.

“Kami warga cuma bisa menonton,” ujar salah seorang warga sekitar pekerjaan.

Saat ditanya sudah berapa mobil molen yang datang dalam pekerjaan tersebut, warga pun mengatakan hanya 10 mobil molen.

“Ada 10 mobil molen, padahal pekerjaan tersebut seharusnya menghabiskan 18 mobil molen. Sedangkan pekerjaan yang belum dicor setidaknya menghabiskan 3 mobil molen lagi,” terangnya.

Dimana pekerjaan jalan rabat beton tersebut ketebalannya diduga tidak ada 15 cm karena begistingnya dipendam sebelah.

“Bahkan saat hujan masih dikerjakan, maka hasilnya tidak bagus,” ujar warga yang tidak mau disebut namanya.

Untuk diketahui, Alokasi Dana Desa (DDS) yang berlokasi kampung sumampir Pulo RT 012/003 yang seharusnya sesuai spesifikasi volume 248 m × 3 m ×0,15 tebal dapat menghabiskan 111,6 kubikasi beton, akan tetapi diduga kuat adanya mengurangi ketebalan rata rata menjadi 0,10 cm, sehingga dapat mengurangi kubikasi dari 111,6 diduga dikurangi 37,2 kubikasi menjadi 74,4 kubikasi beton yang di alokasikan kepada pembangunan jalan tersebut.

Menurut narasumber, harga beton mutu K 250 MPA 21 Harga FA Rp840 ribu. Harga Non FA Rp880 ribu. Namun ada peningkatan per-kubikasi Rp20 ribu, sehingga menjadi Rp900 ribu per kubikasi.

Kendati demikian, anggaran sebesar Rp189 juta lebih, tepatnya Rp189,790,200 PPh/ppn 13% Rp24.672,726 sama dengan Ro165.117.474 dialokasikan kepada 248×3×0,10 = Rp66.960.000. Diduga kerugian negara mencapai Rp98.157.474

Sedangkan ongkos pekerja harian belum terperinci karena diborongkan kepada pihak luar berikut tenaga kerjanya tidak menggunakan tenaga lokal.

Roni sebagai kepala pelaksana pemborong pekerjaan tersebut saat dikonfirmasi melalui pesan singkat tidak mau ternuka soal nominal upah borongan pada pekerjaan tersebut.

“Jlan rabat beton dimaksud menghabiskan 18 mobil molen × 6 kubikasi, bahkan kami pun tekor (rugi-red),” akunya melalui pesan singkat WhatsApp beberapa waktu lalu.

Sampai berita ini diturunkan, sebagai penanggung jawab di Desa Seuat Jaya, baik Kepala Desa maupun tim penanggung jawab kegiatan (TPK) desa tidak dapat dimintai keterangan, karena beberapa kali disambangi ke lokasi maupun ke kantor desa tidak berhasil ditemui. Diduga menghindar enggan ditemui awak media. (tim)

Loading...

Tinggalkan Balasan