Mantan Kades Hibahkan Tanah Disoal Warga

Serang – Terkait bantuan keserasian sosial dari Kementerian Sosial RI tahun 2021 untuk FKS Pemuda Ujung Tebu, Desa Ujung Tebu, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang, Provinsi Banten disoal.

Pasalnya, bantuan yang ditujukan untuk meningkatkan semangat gotong-royong, mencegah konflik dan meningkatkan komitmen masyarakat untuk menjaga perdamaian digunakan untuk membangun gedung kepemudaan.

Dalam membangun gedung kepemudaan tersebut lahan yang digunakan adalah tanah milik mantan kepala desa. Hal ini pun menjadi pertanyaan warga sekitar, mengapa harus dibangun di tanah mantan kades Ujung Tebu, Sudrojat.

Ketika dikonfirmasi hal tersebut, Sudrojat mengatakan karena tidak ada tanah desa yang bisa dipakai untuk membangun gedung kepemudaan.

“Karena tidak adanya tanah desa, jadi dibangunlah di tanah saya, karena menurut saya tidak mudah mendapatkan tanah hibah untuk kepentingan masyarakar, terutama buat kepemudaan,” ujar Sudrojat.

Sudrojat pun menilai karena minimnya dana yang diterima Rp150 juta hanya cukup untuk membangun dan tidak cukup untuk membeli tanah.

“Karena minimnya dana yang cuma Rp100 jutaan, hanya buat fisik saja, tidak cukup buat beli tanahnya,” ujar Sudrojat.

Informasi yang didapat, dari Rp150 juta tersebut, Rp50 juta dibelanjakan ikan lele untuk pelatihan kepemudaan.

“Yang Rp50 juta buat pelatihan kepemudaan untuk mempedayakan pemuda untuk budidaya ternak lele. Jadi setelah selesai gedungnya akan diadakan pelatihan biayayanya dari yg Rp50 juta itu,” kata Sudrojat.

Gedung tersebut dikabarkan nantinya akan dimultifungsikan untuk berbagai kegiatan kemasyarakatan.(mw)

Loading...

Tinggalkan Balasan

4 Komentar

  1. Ini kan bantuan untuk karang taruna, kenapa ketua atau perwakilan karang taruna yg menjelaskan ?? Kenapa mesti mantan kepala desa yg angkat bicara dan kenapa mesti ada sticker calon kepala desa yg tertera d nominal tersebut ?? Terimakasih..

  2. Ini kan bantuan untuk karang taruna, kenapa bukan ketua atau perwakilan karang taruna yg menjelaskan ?? Kenapa mesti mantan kepala desa yg angkat bicara dan kenapa mesti ada sticker calon kepala desa yg tertera d nominal tersebut ?? Terimakasih

  3. Setau saya padahal banyak lahan” aset desa yg kosong atau layak untuk d gunakan, bahkan ada lahan anggota dewan juga yg berada d desa Ujungtebu mungkin siap untuk d hibahkan juga…