Petugas Keamanan Kereta Lebih Pentingkan Gerbong Khusus Wanita Ketimbang Prokes!

Kepadatan penumpang di KRL Manggarai - Bekasi, Rabu (1/12).
Kepadatan penumpang di KRL Manggarai - Bekasi, Rabu (1/12).

Jakarta – Petugas Keamanan (PAM) Kereta Api Indonesia (KAI) terlihat lebih mementingkan gerbong kereta khusus wanita ketimbang penerapan protokol kesehatan (prokes). Hal ini terlihat di salah satu Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun Manggarai jurusan Bekasi pada Rabu (1/12).

Padatnya penumpang pada KRL jurusan Manggarai – Bekasi sekitar pada pukul 12.51 wib membuat setiap gerbong kereta penuh. Namun, padatnya penumpang tidak bisa diuraikan petugas keamanan hingga terjadi kerumunan yang tidak sesuai protokol kesehatan.

Bacaan Lainnya

Rudi, salah seorang penumpang kereta mengeluhkan hal ini, lantaran gerbong khusus wanita masih sedikit penumpang, tapi petugas memaksakan penumpang laki-laki untuk berpindah gerbong yang mengakibatkan berdesak-desakan.

“Padahal di gerbong belakang (khusus wanit-red) masih kosong, tapi petugas memaksa kami untuk berpindah gerbong hingga kami harus berdesak-desakan,” ujar Rudi.

Rudi pun merasa aneh, sebenarnya lebih penting gerbong khusus wanita atau penerapan prokes. Sebab, dengan berdesak-desakannya penumpang, jelas-jelas tidak sesuai prokes yaitu tidak menjaga jarak antara satu dengan yang lain.

“Kenapa sih petugas memaksakan untuk berpindah gerbong. Kalau begini caranya gak physical distancing, melanggar prokes,” tandasnya.

Hingga berita ini ditayangkan, Nanda, Humas KCI belum menjawab pertanyaan wartawan terkait lebih penting gerbong khusus wanita atau penerapan prokes.(red)

Loading...

Tinggalkan Balasan