Ungkap Pelaku Penembakan Istri Anggota TNI, Kasad Dudung Apresiasi Tim Gabungan TNI-Polri

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurahman mengapresiasi tim gabungan TNI-Polri dalam mengungkap pelaku penembakan istri anggota TNI saat konferensi pers di Mapolda Jateng, Senin (25/7)

Jateng – Tim gabungan yang terdiri dari TNI-Polri akhirnya berhasil mengungkap pelaku penembakan terhadap istri anggota TNI yang terjadi di Semarang, Jawa Tengah.

Tim gabungan yang terdiri dari 74 anggota TNI-Polri juga berhasil mengamankan 5 pelaku yang terlibat kasus penembakan tersebut.

Para tersangka diketahui masing-masing memiliki peran yang berbeda, dari eksekutor hingga penyedia senjata api, dimana diperintahkan oleh Kopda M yang merupakan suami korban.

Kelima tersangka tersebut diketahui berinisial S alias Babi dan PAN sebagai eksekutor, kemudian S dan AS sebagai tim pengawas dan DS sebagai penyedia senjata api yang digunakan untuk penembakan.

Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Dr Dudung Abdurachman memberikan apresiasi dan penghargaan kepada 74 personel gabungan TNI-Polri yang berhasil dengan cepat hanya dalam waktu berselang 6 hari menangkap pelaku penembakan Rina Wulandari yang merupakan istri anggota TNI AD tepatnya Yonarhanud 15/DBY Semarang, Senin (25/7/2022) dalam konferensi pers di Mapolda Jateng.

Atas nama TNI Angkatan Darat, Dudung Abdurahman merasa bangga dengan waktu yang cepat pelaku bias diamankan. Hal tersebut, menurut Dudung menunjukkan sinergitas tim gabungan TNI-Polri terjalin sangat baik dan professional.

“Atas nama pribadi dan TNI AD, saya sangat bangga, mengapresiasi dan berterima kasih kepada tim gabungan atas keberhasilan menangkap pelaku dalam waktu singkat. Tidak sampai sepekan tim gabungan berhasil mengungkapkan kasus ini, bahkan telah berhasil mengamankan 5 pelaku,” ungkapnya.

Kasad Dudung Abdurachman juga mengungkapkan rasa prihatin dan mengutuk keras atas kejadian penembakan yang menimpa istri anggota Yonarhanud 15/DBY tersebut.

Dirinya juga meminta aparat berwenang untuk melaksanakan proses hukum secara transparan dan adil, termasuk memerintahkan tim untuk terus mencari keberadaan Kopda M guna dimintai keterangan.

Jenderal Dudung juga memberikan penghargaan kepada 74 anggota tim gabungan yang telah sukses mengungkap kasus penembakan tersebut.(red)

Loading...

Tinggalkan Balasan